PSI Aceh: Pers Lokal Dicekik, Siapa Untung dari Bungkamnya Media

BERANDA60 Dilihat

Banda Aceh |Bijeh.com  _ “Pers lokal kini kelabakan. Banyak wartawan terpaksa berhenti karena gaji tidak menentu. Kondisi ini melemahkan daya kritis media dan mengancam hak publik atas informasi,” tegas Said Saiful, Ketua Pers Siber Indonesia (PSI) Aceh, dalam rilis pers, Minggu, 24 Agustus 2025.

Said menyoroti kondisi kritis pers lokal yang kian tercekik akibat pemangkasan anggaran iklan dan publikasi pemerintah daerah. Media yang sebelumnya mampu menggaji wartawan dan staf, kini banyak yang hanya bertahan dengan dikelola keluarga inti karena tidak lagi sanggup membayar karyawan.

Menurutnya, pemangkasan anggaran ini berdampak langsung pada kualitas berita. “Media dengan kapasitas minim tak mampu melakukan liputan mendalam. Akibatnya, pengawasan terhadap kebijakan publik melemah, dan ruang kritik kian sempit,” jelas bos ANNEWS.com itu.

Dampak lain juga terasa pada sektor ekonomi yang bergantung pada media. UMKM, hotel, dan pelaku usaha kecil kehilangan ruang promosi, sementara rakyat ikut menanggung akibat. “Usaha kecil kehilangan konsumen, omzet anjlok, dan pekerja kecil ikut tertekan. Jadi siapa sebenarnya yang diuntungkan dari kondisi ini?” tanya Said.

Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran jangan dijadikan alasan untuk membungkam pers. “Media independen adalah pilar demokrasi. Kalau pers tercekik, kontrol publik hilang. Itu sama saja membiarkan rakyat kehilangan mata dan telinga,” ujarnya.

PSI Aceh mendorong pemerintah meninjau ulang kebijakan anggaran iklan dan publikasi. Menurut Said, dukungan terhadap media lokal bukan semata soal bisnis, melainkan soal transparansi, akuntabilitas, dan masa depan demokrasi di Aceh.

READ  Refleksi Solidaritas dan Tantangan Pengungsi Rohingnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *