Seragam, Harapan, dan Ketulusan dari SD Negeri Alur Tani_Aceh Tamiang

Aceh Tamiang |Bijeh com – Siang Hari 5 April 2026,suasana di SD Negeri Alur Tani, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, berjalan seperti biasa. Aktivitas belajar telah usai, sebagian siswa sudah kembali ke rumah, sementara para guru tengah beristirahat sederhana di luar sekolah.

Sejak pagi sebenarnya sudah ada kabar bahwa tim dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Aceh akan berkunjung. Informasi itu disampaikan melalui komunikasi dengan Ketua FPRB Aceh, setelah sebelumnya dikabarkan oleh Budi Azhari, dosen UIN Ar-Raniry asal Aceh Tamiang yang berada di Banda Aceh.
Namun waktu terus berjalan, dan siang pun tiba.
“Setelah makan siang, kami dihubungi pemilik warung di depan sekolah bahwa ada tamu dari Banda Aceh,” ujar Ibu Sulastri.
“Kami yang sedang makan bersama dewan guru langsung kembali ke sekolah untuk menyambut kedatangan Ketua Forum PRB Aceh bersama rombongan,” lanjutnya.
Hari itu adalah hari Sabtu. Karena para siswa sudah lebih dulu pulang, penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada pihak sekolah. Ketua Forum PRB Aceh, Muhammad Hasan, menyerahkan bantuan berupa seragam Pramuka kepada Kepala Sekolah SD Negeri Alur Tani, Sa’adah, S.Pd., yang didampingi oleh seluruh dewan guru.
seragam sekolah Pramuka  sebagai amanah untuk diserahkan kepada para siswa.

Namun kebahagiaan itu benar-benar terasa pada hari Senin 27 April 2026
Saat anak-anak kembali ke sekolah, suasana berubah total. Satu per satu siswa dipanggil ke depan kelas. Paket-paket seragam dibagikan langsung ke tangan mereka.
Wajah-wajah polos itu seketika bersinar.
Ada yang langsung membuka bungkusan seragamnya.
Ada yang mengangkatnya tinggi-tinggi dengan bangga.
Ada yang tersenyum malu, dan ada pula yang tertawa lepas bersama teman-temannya.
Ruang kelas sederhana itu dipenuhi gelombang kebahagiaan.
Bagi mereka, ini bukan sekadar seragam.
Ini adalah kebanggaan.
Ini adalah semangat baru.
Ini adalah harapan.
“Kami tidak pernah menyangka… bantuan ini benar-benar membahagiakan anak-anak kami,” ujar Ibu Sulastri dengan mata berkaca-kaca.

READ  Wagub Aceh Kukuhkan Pengurus Aceh Australian Alumni Periode 2025–2028

Kepala sekolah, Sa’adah, S.Pd., pun tak mampu menyembunyikan rasa haru. Di balik ketegaran seorang pemimpin sekolah, ia juga adalah korban banjir—rumahnya masih tertimbun pasir dan lumpur akibat bencana.
“Terima kasih kepada Pak Muhammad Hasan Ketua Forum PRB Aceh dan para semua pihak donatur yaitu  Ibu Rosalina, Bapak Dedi Kurniawan,Yayasan Dwijendra Denpasar Bali, Forum PRB Bali ,PKK Kab Kediri,Pemerintah Kota Kediri,Pramuka Kwartir Cabang Rokan Hilir,Korpri Lampung,dan Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi, yang telah menyalurkan bantuan ini melalui Forum PRB Aceh. Ini sangat berarti bagi kami,” ucapnya lirih.

Ketua FPRB Aceh, Muhammad Hasan, menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar pemberian biasa.
“Ini tentang masa depan. Tentang memastikan anak-anak tetap belajar, tetap percaya diri, dan tetap memiliki harapan, meskipun mereka hidup di wilayah rawan bencana,” ujarnya.

Usai penyerahan bantuan pada hari Sabtu, sebuah pemandangan sederhana namun penuh makna terjadi. Dalam segala keterbatasan, pihak sekolah masih menyempatkan menyiapkan jamuan makan siang bagi para tamu.
Di balik hidangan sederhana itu, tersimpan ketulusan yang luar biasa.
Itulah jiwa sejati guru-guru SD Alur Tani—meski diselimuti luka akibat bencana, mereka tetap menyambut tamu dengan penuh hormat. Bagi mereka, menerima tamu adalah sebuah kehormatan, bukan beban.

Di sekolah sederhana itu, bukan hanya seragam yang dibagikan.
Ada harapan yang tumbuh kembali.
Ada semangat yang dinyalakan kembali.
Dan ada keyakinan… bahwa mereka tidak sendiri.
Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Aceh terus hadir sebagai jembatan kepedulian, menguatkan langkah masyarakat untuk bangkit dan menjadi lebih tangguh di tengah ancaman bencana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *